Tampilkan postingan dengan label dompu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dompu. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 April 2021

Sejarah Pohon Asam Kemerdekaan Atau Mangge Ra’A

Buku Sekitar Kerajaan Dompu

Buku ini menceritakan tentang seluk beluk di daerah Kabupaten Dompu di masa lampau Buku Sekitar Kerajaan Dompu
Buku Sekitar Kerajaan Dompu  



1.  Data Buku

– Judul buku : Sekitar Kerajaan Dompu

– Penulis:  Israil M. Saleh 

– Penyunting : Nurhaidah Asikin

– Penerbit : Buku Litera

– Tahun terbit : 2020 

– Kota terbit : Yogyakarta

– Tebal buku : xxii+388 halaman

2. Sinopsis Buku

Buku ini menceritakan perihal seluk beluk di kawasan Kabupaten Dompu di masa lampau, sepanjang sejarahnya yang dapat dikumpulkan baik dari bukti-bukti yang ada, maupun goresan pena, tutur verbal, legenda dan cerita usang yang dianggap patut diandalkan dan dapat dipakai sebagai bahan masukan. pembahasan sejarah Dompu dari pertama terbentuk, dari tata cara pemerintahan berupa kerajaan, maupun kesultanan. kisah  para raja dan sultan sangaji dana dompu, asal seruan suku dompu sampai berbagai etnis yang tinggal di dompu, budbahasa dan budaya yang tidak pernah lepas dari kehidupan masyarakat seluruhnya dikupas tuntas dalam buku ini

Elemen-komponen yang mengandung nilai-nilai budaya dompu, jikalau sekiranya tidak dirakit kembali pada suatu waktu yang mau datang pasti akan sirna dan hilang ditelan periode

Hasil perakitan ini tentu telah dapat disuguhkan pada semua peminat sejarah dan budaya serta selaku materi masukan buat perbendaharaan nasional bangsa Indonesia.

3. Kelebihan dan Kekurangan

– Kelebihan : buku ini mengupas dalam sejarah sejarah dan budaya kawasan Dompu secara lengkap, dan tuntas, membantu para pembaca mengenang periode kemudian sehingga lebih menyayangi budpekerti dan kebudayaan daerah dompu

– Kekurangan : bahasanya seringkali membingungkan utamanya yang menggunakan ungkapan kawasan jaman dahulu. sehingga pembaca mesti memiliki wawasan lebih perihal bahasa kawasan dompu terdahulu.


Sumber https://www.mooreyi.com/

Selasa, 13 April 2021

Pacoa Jara, Hiburan Dan Kebudayaan Penduduk Dompu

 

 Hiburan dan Kebudayaan Masyarakat Dompu Pacoa Jara, Hiburan dan Kebudayaan Masyarakat Dompu
Pacoa Jara

 

Pacoa Jara

Pacuan kuda demikianlah artinya, merupakan suatu hingar bingar anak negeri dan menjadi hiburan yang paling digemari. Kegemaran ini didorong oleh lingkungan hidupnya sebagai petani dan peternak, sebab keuntungannya untuk mendukung usaha pertanian mirip kerbau untuk membajak sawah dan memuat padi, untuk kendaraan, untuk tunggangan dan juga untuk beban.

Karena itu dulu negeri ini diketahui menciptakan kuda dan kerbau. yang juga diperdagangkan antarpulau mirip ke Pasuruan, Bondowoso Situbondo, Probolinggo dan lain-lain. Sedangkan kerbau untuk dalam negeri ke Palembang, Jambi, Surabaya dan Jakarta, untuk luar negeri ke Hongkong dan Singapura.

Pengangkutan binatang yang diperdagangkan antarpulau dari Dompu dahulu sebelum Pelabuhan Bima dibuat yakni melalui Pelabuhan Soro Kilo di Kecamatan Kilo sekarang, juga lewat Pelabuhan Kempo.

Kegemaran pacuan kuda ini meningkat hingga jadi kegemaran raja-raja atau pembesar-pembesar negeri, maka dengan demikian hiburan yang paling ramai pada masa itu satu-satunya adalah pacuan kuda. Mula-mula pacuan kuda dikerjakan di masing-masing daerah, usang kelamaan dikerjakan secara teroganisir, dengan dibentuknya organisasi pacuan kuda yang bernama Himpunan Pacuan Kuda Dompu, Himpunan Pacuan Kuda Kempo, dan Himpunan Pacuan Kuda Hu'u.

Jadwal Pacoa Jara

Dengan telah dibentuknya himpunan pacuan kuda tersebut, maka diaturlah jadwal pacuan kuda selaku berikut:

1. Diadakan pacuan kuda tingkat kejenelian dengan akseptor kuda yang ada di dalam kejenelian. 

2. Diadakan pacuan kuda tingkat tempat kerajaan, dengan penerima akseptor yang menang di tingkat kejenelian.

3. Diadakan pacuan kuda antara tempat Kerajaan Dompu, Bima, dan Sumbawa, lokasinya bergantian di antara tempat tersebut,

Saat-ketika untuk lomba pacuan kuda yaitu sesudah selesai panen padi dan dikerjakan bertepatan dengan hari-hari besar Islam pada waktu itu.

Tiap pacuan kuda diadakan, kuda yang tercatat ikut berjumlah 200 300 ekor banyaknya dan biasanya dikelompokkan dalam beberapa kelas, contohnya:

  • Kelas C, yakni kuda yang paling tinggi.

  • Kelas B, yakni kuda yang sedang tingginya.
  • Kelas A, yaitu kuda pendek atau kuda tunas namanya.

Seperti dijelaskan di atas, memelihara kuda pacuan bukanlah hal yang mudah. Selain memerlukan biaya pemeliharaan yang banyak, juga mesti memilki tanda-tanda tertentu yang disebut kalisu atau pusaran yang pada umumnya setiap kuda terdapat berlainan.

Jenis-jenis kalisu (pusaran) pada kuda

Jenis-jenis kalisu (pusaran) pada kuda, adalah:

1. Kalisu panta paju (tancap payung), terletak pada bagian: Punggung bab belakang (kamoto). Punggung bagian wajah (paratama).

2. Kalisu wole (pasak), terletak pada bab kiri-kanan ketiak kaki paras . 

3. Kalisu colokomba, terletak pada bagian kiri-kanan pangkal pendengaran bab belakang.

4. Kalisu mbuda ade (buta hati), terletak pada bagian dahi (tantangga). 

Di antara jenis kalisu seperti dijelaskan di atas, maka yang pantang bagi seekor kuda pacuan maupun kuda tunggang (jara sadonda), adalah bila mempunyai:

a. Kalisu wole: kuda semacam ini memiliki sifat suka meronta-ronta dan membahayakan bagi joki, lagi pula tidak begitu kuat.

b. Kalisu colokomba: kuda seperti ini mempunyai sifat: Apabila letaknya berpapasan, tabiatnya baik. Apabila tidak berpapasan letaknya, tabiatnya tidak baik, disebut kabeu (males) dan kalau berlari suka maju mundur.

c. Kalisu mbuda ade: kuda seperti ini mempunyai sifat: Apabila letaknya di bab atas matanya, tabiatnya baik. Apabila letaknya di bab bawah matanya, tabiatnya tidak baik.

Jenis warna bulu kuda

Jenis warna bulu kuda pun menjadi pilihan yang serius juga bagi para penggemar kuda, misalnya bulu hitam, karonde, cimbi, dan karaba, serta yang paling baik berbulu warna mbera bermata hitam, alat kelaminnya hitam dan kuku kakinya berwarna hitam pula.

Selain pantangan sebab kuda memiliki gejala atau kalisu yang tidak baik, maka adapula pantangan yang dikaitkan dengan sifat sifat pemilik kuda tersebut, bahkan merupakan semacam keyakinan adanya yang dihubungkan dengan slogan dou Dompu dalam kehidupan yang menyampaikan, bahwa hidup yang tepat itu yakni jika didukung oleh empat bagian, yakni:

1. Wei taho (istri yang bagus).

2. Uma taho (rumah yang baik).

3. Besi taho (senjata yang bagus).

4. Jara taho (kuda yang bagus).

Di satu segi, yang dimaksud dengan kuda yang bagus adalah kuda yang memiliki persenyawaan (rohani) yang cocok, cocok, dan searah dengan sifat-sifat yang dimiliki oleh pemiliknya.

Percaya atau tidak, hal yang demikian itu mampu dibuktikan dengan kenyataan, yaitu:

a. Apabila seseorang telah memiliki seekor kuda, kehidupan rumah tangganya aman sejahtera, rezekinya bertambah. Itu membuktikan memiliki Jara taho.

b. Apabila seseorang dahulu-dulunya hidup rumah tangganya baik, kondusif tentram dan senang, akan tetapi sehabis mempunyai kuda, keadaan menjadi sebaliknya, sering berbantah-bantah dengan istri.  tetangga, dan rezekinya makin menurun, itu ialah membuktikan dia mempunyai kuda yang tidak baik.

Jika seekor kuda yang menjadi peliharaan sering meringkik di tengah malam dengan suaranya yang menyeramkan, maka kuda semacam itu sangatlah terlarang untuk dipelihara.

 Kuda yang mempunyai gejala yang baik serta memiliki persenyawaan dengan pemiliknya, maka begitu mahal.



sumber :

Israil M. Saleh, Sekitar Kerajaan Dompu,2020, buku litera, Yogyakarta h.  . . . . .313


Sumber https://www.mooreyi.com/

Rabu, 07 April 2021

Daftar Nama Raja-Raja Kerajaan Dompu

SEBELUM terbentuknya Kerajaan atau Kesultanan Daftar Nama Raja-Raja Kerajaan Dompu
DOMPU

SEBELUM terbentuknya Kerajaan atau Kesultanan, di Dompu konon terdapat beberapa golongan penduduk dengan di Pimpin oleh seorang Kepala Suku atau yang lebih di kenal dengan sebutan Ncuhi (Raja Kecil) yang berkuasa penuh dan menempati beberapa wilayah atau tempat yang ada di Dompu.

 Dalam lembaran Sejarah di Dompu mencatat, sebelum terbentuknya kerajaan konon didaerah ini berkuasa beberapa kepala suku yang disebut selaku "NCUHI" atau Raja Kecil, para ncuhi tersebut berisikan 4 orang yakni Ncuhi Hu.u yang berkuasa diwilayah kekuasaan kawasan Huu (Sekarang kecamatan Hu'u Dompu),

kemudian Ncuhi Saneo yang berkuasa didaerah Saneo dan sekitarnya (sekarang masuk dalam wilayah Kecamatan woja Dompu), selanjutnya Ncuhi Nowa dan berkuasa didaerah Nowa dan sekitarnya serta Ncuhi Tonda berkuasa diwilayah kekuasaannya yaitu di sekitar Tonda dan ketika ini masuk dalam wilayah Desa Riwoa kecamatan woja Dompu.

Selain 4 orang Ncuhi yang terkenal di Dompu ialah Ncuhi Nowa,Ncuhi Hu'u, Ncuhi Saneo dan Ncuhi Tonda, terdapat pula beberapa Ncuhi Iainya mirip Ncuhi Tolofo'o, Ncuhi Katua,Ncuhi Doro Ngao,Ncuhi Parapimpi dan Ncuhi Dungga. Menurut Tulisan H.M.Israil (Sekitar Kerajaan Dompu) disebutkan bahwa, mereka yang disebut Ncuhi itu sehari-hari umumpula disebut dengan panggilan OMPU, hampir mirip dengan istilah di tanah Jawa yakni 'MPU' (Empu).

 Para Ncuhi menguasai satu daerah dengan orangnya (Rakyat), beberapa bekas pemukiman usang atau perkampungan yang di kuasai oleh para Ncuhi sampai dikala ini nama perkampungan tersebut masih menempel bahkan menjadi salah satu nama Desa atau Kecamatan di Kabupaten Dompu. Beberapa perkampungan atau negeri yang pernah menjadi wilayah kekuasaan para Ncuhi tersebut misalnya Negeri Tonda, Negeri Soro Bawah letaknya di Doro La Nggaja di tepi pantai teluk cempi Hu'u. Negeri Bata letaknya di Doro Bata Kelurahan Kandai I, Negeri Tolofo'o, letaknya di sebelah utara Raba Baka Desa Matua Kecamatan Woja, Negeri Parasada, sekarang ialah lokasi persawahan So Mangge kalo di Kampung Pelita Kelurahan Bada.

Negeri La Rade, lokasi tersebut berada diwilayah areal pertanian So Jero, Negeri Dungga, terletak disekitar Dam Rahalayu. Lokasi tersebut pernah didapatkan situs kuburan Islam antik. Makam atau kuburan tersebut oleh warga Dompu diberi nama kuburan (Rade/kuburan Karama Dungga). Disekitar kuburan konon pernah ditemukan oleh masyarakatsekitar berbentukbarang-barang peninggalan tempo dahulu berupa keris, atau senjata khas Tiongkok. Negeri Doro Ngao, letaknya di kelurahan Kandai I Dompu. Di Doro Ngao atau tepatnya di salah satu bukit terdapat kuburan tua adalah milik Manuru Doro Ngao . Masih di sekitar Doro Ngao terdapat pula situs negeri Parapimpi.

Di Kecamatan Hu'u konon paling banyak didapatkan bekas pemukiman atau negeri negeri antik yang sudah punah mirip Negeri Teri di Desa hu'u letaknya benda di sekitar perbatasan antara Dompu-Bima. Negeri Puma di desa Hu'u. Negeri Hu'u pertama kali berlokasi di sebelah timur Desa Daha atau di erat Telaga Sima dan Roa Rumu. Kemudian ada pula Negeri Rodi di desa Daha. Negeri Rumu dan Soko di Desa Adu serta Negeri Temba di Ranggo, Negeri Ale di desa Jambu Kecamatan Pajo Dompu.     

Didalam perjalanan kehidupan para Ncuhi di Dompu, lalu para Ncuhi tersebut mempersatukan diri dan terbentuklah satu kesatuan dalam kalangan Yang hasilnya berubah menjadi menjadi daerah Kerajaan DOMPO (Dompu). Kerajaan DOMPO merupakan hasil penyatuan atau bersatunya para Ncuhi-Ncuhi yang ada diwilayah Dompu dikala itu. Di Dompu konon berkembang kisah bahwa nenek moyang Leluhur masyarakat Dompu berasal dati satu negeri nun jauh di Sana, bahkan salah seorang tokoh budayawan di Dompu HM. Israil dalam (Sekitar Kerajaan Dompu) menyebutkan bahwa asal muasal nenek moyang warga Dompu ini dari negeri antah berantah.   

Kisah tersebut berawal dari tutur dongeng perihal ungkapan-“SANGAJI”. Sebelum Kesultanan Dompu terbentuk, Dompu saat itu tata cara pemerintahan berbentuk Kerajaan dan di pimpin oleh seorang Raja (Sangaji). Disebutkan susunan Raja-raja yang pernah berkuasa di Kerajaan DOMPU :

1. Dewa Sang Kula 
Konon Raja ini berasal dari negeri di tanah seberang, tokoh ini datang ke Dompu lewat laut tepatnya di kawasan teluk cempi (Hu'u) menggunakan bahtera yang terbuat dari bambu betung yang masih muda dan mendarat di pantai Riang Ria (Pantai Ria di Riwo Woja). Selanjutnya Sang tokoh tersebut hasilnya berdomisili di wilayah Riwo. Atas komitmen para Ncuhi yang ada di Dana (Tanah) Dompu saat itu, Sang tokoh yang berasal dari negeri seberang tersebut lantas diangkat menjadi seorang Raja pertama kali di Dana Dompu

2. Dewa Tulang Bawang 
Tokoh ini oleh masyarakat Dompu menurut tutur dari para sesepuh yang ada disebutkan bahwa Dewa Tulang Bawang ini konon berasal dari Negeri Tulang Bawang (Sumatera) tepatnya berasal dari bukit Siguntang. Dewa Tulang Bawang mengembara hingga sampai di Negeri Dompu. Menurut kisah rakyat Dompu, tokoh ini datang ke Dana Dompu menggunakan perahu dan terhempas gelombang dahsyat sehingga perahu tersebut terdampar dan menjelma sebongkah watu. Oleh penduduk Dompu batu tersebut di kenal dengan perumpamaan WADU LOPI. Dewa Tulang Bawang lalu kawin dengan seorang putri anak dari Sang Kula Indra Kumala dan selanjutnya diangkat menjadi Raja Dompu ke Dua.

3. Dewa Indra Dompu
Dewa Indera Dompu ini ialah Putra dari dewa Tulang Bawang

4. Dewa Mambara Bisu
Dewa mambara bisu yaitu saudara dari Dewa Indera Dompu

5. Dewa Mambara Balada
Dewa Mambara Balada ini juga kerabat kandung dari Dewa Indra Dompu.

6. Dewa Kuda (Dewa yang punya Kuda)
Dewa Kuda merupakan putra dari Dewa Mambara Balada.

7. Dewa Mawaa Taho

Dewa Mawaa Taho ini ialah putra dari Dewa Kuda, dan dimasa pemerintahannya ini sekitar tahun 1340 terjadilah Ekspedisi Laskar dari Kerajaan Majapahit untuk menaklukkan DOMPO. Dalam satu riwayat, Majapahit dikala itu dipimpin oleh Panglima perangnya ialah Panglima NALA dan di Bantu dari pasukan Kerajaan Bali yang dipimpin oleh panglima perangnya bernama Panglima PASUNG GRIGIS, tetapi dikala Kerajaan Dompu belum dapat di taklukan oleh Majapahit. Konon cerita, sisa - sisa laskar Majapahit banyak yang tidak kembali ke negerinya ada akibatnya menetap di Dompo tepatnya disekitar daerah teluk Cempi Hu'u8. Dewa DadalanataDimasa Raja Dewa Mawa'a Taho terjadi pula ekspedisi laskar Majapahit untuk menaklukan Dompu. laskar Majapahit dalam ekspedisinya yang ke dua sekitar tahun 1357 di bawah pimpinan panglima SOKO dan Panglima Dadalanata serta di Bantu laskar dari Kerajaan Bali. Raja Dompu saat itu yakni Dewa Mawaa Taho hasilnya membuat komitmen kepada Panglima Soko untuk melakukan perang tanding tanpa melibatkan laskar dan rakyat agar tidak terjadi korban banyak. Perang tanding di gelar, dan alhasil Dompo saat itu harus takluk kepada Majapahit. atas kesepakatan antara Raja Dompu Dewa Mawaa Taho dan Panglima Soka kesannya laskar Majapahit yang paling tangguh yakni Dadalanata diangkat jadi Raja Dompu menggantikan Dadalanata. Raja Dompo Dewa Dadalanata ialah Raja terakhir di Dompu sebelum berubah tata cara pemerintahan menjadi Kesultanan







HM Agus Suryanto, & Kisman pengeran, 2006, Napas tilas leluhur, pemerintah kabupaten Dompu.xxxx
Sumber https://www.mooreyi.com/

Selasa, 06 April 2021

Daftar Nama Sultan Kesultanan Dompu

Susunan para Sultan Sultan  yang memerintah Dompu  Daftar Nama Sultan Kesultanan Dompu

Susunan para Sultan Sultan  yang memerintah Dompu (1545-1958)
Di tengah perjalanan sejarah di Dana Dompu, tampaknya masyarakat Dompu terus berbenah diri seiring dengan kemajuan zaman ketika itu. Dari sistim pemerintahan Kerajaan (Raja) lalu berkembang menjadi metode pemerintahan Kesultanan (Sultan). Disinilah asal usul masyarakat Dompu mulai pertama kali mengenal Islam.

1.Sultan Syamsuddin. La Bata Na'E (1545...?)
         SULTAN SYAMSUDDIN yang punya nama asli 'LA BATA NA’E’ ini yaitu putra dari Dewa Mawa'a Taho (Raja Dompu yang ke-7). Sekitar tahun 1545, La Bata Na'E memeluk İslam dan sekaligus diangkat menjadi Sultan Dompu yang pertama. Sultan Syamsuddin merupakan Sultan Dompu pertama yang diketahui selaku Sultan yang cerdik dan bijaksana, dia memerintah dengan tegas dan sarat perhatian kepada rakyatnya. Sultan Syamsuddin di beri gelar MAWA'A TUNGGU. Di zaman pemerintahan Sultan Syamsuddin dia juga mendirikan Masjid yang pertama kali di Dompu, lokasi Masjid yang konon terbuat dari konstruksi kayu jati berlantaikan Wadu Dimpa ukuran sekitar 40 Cm dan beratap susun tiga itu lokasinya berada di Kampung sigi (Sekarang lokasi tersebut sudah berubah menjadi Kantor Kelurahan Karijawa). Dimasa pemerintahan Sultan Syamsuddin, Dompu banyak di datangi para Ulama dan saudagar İslam yang datang dari Negeri seberang selain untuk berjualan mereka juga berdakwah agama İslam. Seperti misalnya, Syekh Hasanuddin, Syekh Abdul Salam, Syekh Magribi dan masih banyak lagi ulama-ulama beken lainya zaman itu. Sebelum mendirikan Istana Bata (Doro Bata),Sultan Syamsuddin pernah memerintah di Istana Tonda.

2.Sultan Jamaluddin. Manuru Doro Ngao.(...?-1640)
          Sultan Dompu Bertahta di Doro Ngao (Kandai 1).

3. sultan Sirajuddin. Manuru Bata (1640-1682)
         SULTAN SIRADJUDDIN putra dari Sultan Syamsuddin, di nobatkan selaku Sultan Dompu sebelum memasuki usia Dewasa, dan untuk sementara pemerintahan saat itu dipercayakan kepada pamannya yaitu Sultan Jamaluddin, dan dia berdomisili di Makassar. Baru sehabis cukup umur ia kembali untuk menggantikan pemerintahan dari tangan pamanya akan tetapi sang paman sepertinya enggan untuk menyerahkan kekuasaan tersebut kepada keponakannya itu. Akhirnya kudeta terjadi dengan kekerasan, dengan perlindungan pihak Kompeni (VOC). Tahun 1669 menanda tangani persetujuanpolitik dengan kompeni di Benteng Rotterdam Makassar.

4. Sultan Akhmad. Manuru kilo (1682-1686)
          Beliau meninggal sebab di bunuh rakyat yang tidak mau tunduk terhadap Kompeni. Sekembalinya dari Batavia di beri gelar Manuru Kilo sebab meninggal di daerah Labuhan Kilo.

5. Sultan Abdul Rasul l. Manuru LaJu (1686-1701)
         di nobatkan menjadi Sultan Dompu pada tahun 1686. Sultan Abdul Rasul dikenal selaku Sultan Dompu yang cukup cerdas terpelajar dan bijaksana. Segala masalah selalu dijalankan dengan musyawarah dengan para Pemimpin (Rato-Rato) selaku Menteri. Ibunda Sultan Abdul Rasul I ini ialah anak dari Raja Manggarai. 

6.SuItan Usman. Manuru Goa (1701-1702)
     BELIAU yakni Putra Sultan Abdul Rasul, memerintah tidak usang alasannya meninggal di Makassar, selanjutnya di beri gelar Manuru Goa.

7. Sultan Akhmad Syah. Manuru Kempo I (1702-1717)
PUTRA dari Sultan Abdul Rasul I. Meninggal di kempo setelah pulang dari Makasar. Selanjutnya di beri gelar Manuru Kempo I.

8.  Sultan Abdul Kadir. Mawa'a Alus (1717-1727)
Setelah meninggal di beri gelar Sultan ma wa’a Alus

9. Sultan Syamsuddin II. Mawa'a Sampela (1727-1737)
SULTAN Syamsuddin adalah putra Sultan Usman, Ibunya anak dari raja  Sumbawa. Diangkat menjadi Sultan Dompu dikala usia muda, hingga akhir wafatnya dia konon tidak menikah ,lalu di beri gelar Sultan Mawa'a Sampela.

10.Sultan Kamaluddin.(1737)
PUTRA dari Sultan Usman, tahun 1737 lari ke Sumbawa meninggalkan Tahta Dan kawin di Sumbawa. Sultan Kamaluddin lebih menentukan cinta dari pada Tahta.

11.Sultan Abdul Kahar. Manuru Hi'di (1737-1746)
   Sultan Abdul Kahar pernah berperang melawan Raja Bone dan pernah mendapat hasil rampasan perang berbentukSenjata Sakti, di Dompu senjata tersebut dinamakan 'BALABA' dan terdapat pula  tawanan perang Untuk kawasan tinggal atau pemukiman para tawanan perang ini, Sultan Abdul Kahar membuka pemukiman baru di Dompu yang sampai saat ini dikenal  dengan nama-nama yang ada di Sulawesi seperti Bada, Kandai (dari asal kata Kendari), Bugis, Mantro (asal kata dari Maros) dan Bali. Beliau di beri gelar Mawa'a Hi'di.

12.SuItan Abdurahman. Manuru Kempo Il (1746-1748)
BELIAU meninggal dunia di kempo kemudian di beri gelar Manuru kempo.

13.Sultan Abdul Wahab. Mawa'a Ca'u.(1749-1792)
PUTRA Sultan Abdurahman ini pernah memimpin pertempuran dengan Sultan Sumbawa yang menenteng kekalahan besar bagi Sultan Sumbawa. Kemudian dibuatlah perjanjian damai. Plampang dan Empang akibatnya diserahkan terhadap Sultan Dompu sampai batas Nisa Dompu dan terdapat barang-barang rampasan berupa sebuah Tambur yang diberi nama Lawata Kampo alasannya nyaring sekali bunyinya. Beliau diberi gelar Mawa'a Ca'u. Karena kemenangannya itulah maka Beliau diangkat sebagai Admiral Jenderal. Ibunda Sultan Abdul wahab ini konon merupakan keturunan dari Ncuhi Tonda.

14.Sultan Abdullah. Mawa'a Saninu (1793-1798)
      BELIAU adalah putera Sultan Abdurahman. Beliau bergelar " MAWAASANINU "( Senang bersolek). Beliau wafat tahun 1799.

15.Sultan Yakub. Negeri Mpuri (1798-1799)
BELIAU diasingkan di Mpuri Bima karena menderita sakit. Namun sumber lain menyebutkan bahwa, saat Sultan Yakub berkuasa, terjadilah pergolakan atau perebutan kekuasaan antara Sultan Yakub dengan adik tirinya. Sultan Yakub berhasil di asingkan ke Mpuri sampai final hayatnya, sementara Kesultanan Dompu sukses dikuasai oleh adik tiri nya. Karena menetap dan wafat di Negeri Mpuri (negeri Pengasingan) Akhirnya Sultan Yakub diberi gelar Sultan Yakub negeri mpuri.

16.Sultan Abdullah Tajul Arifin l. Mawa'a Bou (1799-1801)
     BELIAU ialah putera Sultan Abdul Wahab dan di kala pemerintahannya banyak terjadi ketidak stabilan, mengerjakan pemerintahan atas kekuasaan, tidak mampu disanggah kehendaknya.

17.Sultan Abdul Rasul II. Manuru Bata (1801-1857)
PUTRA Sultan Abdul Wahab, Beliau yakni saudara Sultan Muhamad Tajul Arifin I, dimasa pemerintahannya dia memindahkan Istana dari Bata Ntoi ( kandai I ) ke Bata Bou, ialah lokasi mesjid Raya Dompu kini . Beliau dikuburkan dibata dan diberi gelar ” MANURU BATA ”

18.Sultan Muhammad Salahuddin. Mawa'a Adi (1857-1870)
BELIAU yaitu putera Sultan Abdul Rasul II. Dimasa pemerintahannya ia mengerjakan Hukum Agama sebagai aturan Pemerintahan . dengan demikian ia diberi gelar ” MAWA-A ADI ” atau yang membawa keadilan.

19.Sultan Abdullah II. Mambora Bara ncihi Ncawa.(1871-1882)
    Beliau yaitu putera Sultan Salahuddin dan memerintah tidak terlampau lama, meninggal dunia sebab sakit, dengan demikian dia diberi gelar  Mambora Bara Ncihi Ncawa (ma Hidi Mbojo). Diangkat menjadi Sultan Dompu tanggal 03 Juni 1871. Meninggal dunia 25 Februari tahun 1882.

20.Sultan Muhammad Sirajuddin . Manuru Kupa.(1882-1934)
   BELIAU yaitu putera Sultan Abdullah, dalam abad Pemeritahannya dia di asingkan oleh Belanda di Kupang NTT tahun 1934 alasannya tak ingintunduk kepada pemerintah kolonial Belanda. Tahun 1937 Beliau wafat dan dimakamkan di pemakaman muslim Batu Kadera Kupang. Bulan Januari tahun 2002, kerangka Jenazah almarhum yang sudah 65 tahun bersemayam di Kupang, karenanya mampu kembali di boyong ke Dompu Oleh Bupati Dompu H.Abubakar Ahmad,SH. Sultan Muhammad Sirajuddin yang bergelar MANURU KUPA (Sultan yang wafat di Kupang) itu akibatnya dimakamkan kembali di Komplek makam Raja/Sultan Dompu tepatnya di Komplek Masjid Agung Baiturahman Dompu pada tanggal 22 Januari tahun 2002.

21.Sultan Muhammad Taju Arifin Sirajuddin.  (1947-1958)
       BELIAU yakni putera Raja Muda Abdul Wahab, cucu dari Sultan Muhammad Sirajuddin, dinobatkan menjadi Sultan Dompu pada tahun 1947 berdasarkan SK.Residen timur Nomor.la tanggal 12 September tahun 1947, sebab Kerajaan Dompu sudah dikembalikan statusnya.
        meninggal dunia pada tanggal 12 September Tahun 1964 dan bergelar 'MAWA-A SAPAHU' (Beliau juga merupakan Bupati Dompu Pertama) sehabis status daerah Dompu dirubah kawasan Swapraja menjadi Daerah Swatantra Tingkat Il Dompu.
Melihat beberapa urutan Raja/Sultan yang pernah memerintah di wilayah Dana Dompu ini maka dapat disimpulkan bahwa, Dompu pernah diperintah oleh 30 orang Raja dan Sultan terdiri dari 9 Orang Raja (Zaman Kerajaan) dan 21 Orang Sultan (Zaman Kesultanan).
_______________________"
Sumber
HM Agus Suryanto, & Kisman pengeran, 2006, Napas tilas leluhur, pemerintah kabupaten Dompu.

Sumber https://www.mooreyi.com/

Penetapan Hari Jadi Dompu

sebuah proses panjang" border="0" data-original-height="220" data-original-width="212" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidWQByWW5teEJNvWhklo9ksIP3-9jYevNbqOaJ-XMp-hBB57QGtv1HJr5ZXeitTj1f9WM6_Fu1R4Ki3xvihXUKdq-geohbHu8ozOyNUKdMie7IqB2vCn2RoRjylmva3yZ3pNjvvkEZsVWD/s16000/download+%25282%2529.jpeg" title="Penetapan Hari Jadi Dompu

Senin, 05 April 2021

Hiburan Dan Kebudayaan Masyarakat Dompu, Karai Jara

Pacoa jara





Israil M. Saleh,2020, Sekitar Kerajaan Dompu, buku litera, Yogyakarta h.  . . . . .312


Sumber https://www.mooreyi.com/